Header Ads

Bambu Pethuk Keramat Bertuah

Puisi Cinta Indah Di Mata - Warna di ufuk barat yang kini begitu jelas terlihat menggoda sang fajar untuk tersenyum di ufuk timur melalui rinai air hujan kemarin sore mencoba mengamati menyelimuti misteri kabut bisu yang sengaja hadir untuk menutupi rahasia dibalik rahasia alam raya yang mengagumkan untuk di selami lebih dalam oleh panca indera baik mata lahir ataupun mata batin. Sedikit sore ini akan melahirkan beberapa anak kalimat yang mengusung tema puisi "Bambu Pethuk Keramat Bertuah"  Besar kecilnya menjadi manfaat yang mengemas nuansa ketenangan di dalam jiwa berupa perkataan kelembutan bersaudara.


Bambu Pethuk Keramat Bertuah


Senja dimanakah kau berselendang rasa? 
putik bunga melihatmu dengan ceria
ketika misteri terbuka di alam mata batin
semenjak tersiramnya hawa tenang terukir penyembuh sanubari

Bambu pethuk keramat bertuah
aku sendiri masih dalam keheranan
tak habisnya embunpun berkaca
meraih dataran rendah untuk bersandar
mengucap menatapi sejenak 












Batin pikiran kedalamannya bersuara
seakan ingin menerawang
sedalamnya tatapan nembus kedalaman
hatipun tergerak terpikat pesona sinarnya
bambu pethuk kehadiran berpesona 

Langit kehidupan mendengar doamu
saat terdiammu ngukirkan keindahan
saat indahmu memikatku 
oh..... halilintar terlihat terdengar percikan suaranya 
mengikuti mata semesta 
dalamnya anginpun halus terasa menyelimuti dedaunan di tepian hati




























bambu tak berbunga namun rela memotong-motong tubuhnya itulah bahasa pepohonan kayu bermanfaat, rela terpotong-potong demi sebuah pengabdian akan keseimbangan alam meskipun tenggelamnya matamu, mataku tak menemukan jejaknya 
berikan pengorbanan kendatipun berat
seberat kayu yang kau potong dijadikan tempat berteduhmu namun cinta dan rindulah menghapus sakit tubuh nuansa kesakitan, berubah pasrah kayu berdaunnya
semakin ingin mengabdi 

Usai sudah rangkaian kalimat " puisi bambu pethuk keramat bertuah "  bila susunan kata tak seindah mawar memanglah rasa tak biasa di tawar hmm jika tumpukan irama kalimatnya tak menawan memanglah jiwa itu mudah tertawan kecuali jiwa-jiwa suci yang mengunci setiap kebaikan di kamar batin untuk dilestarikan keharumannya untuk sudut mata yang menembusnya. Salam Cinta, Terima Kasih.


Baca juga sebelum malam semakin larut bagaikan larutnya gula di dalam air kopi 



Tidak ada komentar